Case study IT Helpdesk

Satu alur untuk setiap permintaan bantuan.

Sistem tiket internal yang membuat permintaan, penugasan, progres, dan laporan dapat dilihat oleh peran yang tepat.

Peran
User, Support, Kepala Divisi, Sekretaris
Teknologi
Laravel 12, Tailwind CSS, MySQL
Lingkup
Riset alur, UI, backend, database, deployment
Halaman utama aplikasi IT Helpdesk

Masalah yang diselesaikan

Permintaan bantuan IT mudah tercecer ketika datang lewat percakapan terpisah. Statusnya sulit dilacak, penanggung jawabnya tidak selalu jelas, dan laporan harus disusun ulang.

IT Helpdesk menyatukan semua permintaan ke satu alur. Setiap tiket memiliki nomor otomatis, prioritas, kategori, teknisi, riwayat perubahan, dan status yang dapat dipantau.

Alurnya sederhana karena tanggung jawabnya jelas.

  1. Buat permintaanUser menulis masalah, memilih kategori, dan menentukan prioritas.
  2. Tentukan penangananTim support melihat antrean dan mengambil tiket sesuai kewenangan.
  3. Catat progresStatus dan tindakan diperbarui agar pengguna tidak perlu menanyakan ulang.
  4. Tutup dengan buktiTiket selesai menjadi riwayat yang dapat dicari dan dilaporkan.

Satu produk, sudut pandang yang berbeda.

Dashboard pengguna IT Helpdesk
Dashboard penggunaRingkasan tiket yang langsung menunjukkan apa yang perlu diperhatikan.
Form pembuatan tiket IT Helpdesk
Pembuatan tiketForm berfokus pada informasi yang dibutuhkan tim support untuk mulai bekerja.
Antrean tiket tim support
Antrean supportPrioritas, status, dan tindakan terlihat dalam satu area kerja.

Keputusan yang membentuk sistem

Fokusnya bukan menambah fitur sebanyak mungkin, melainkan mengurangi ketidakjelasan pada setiap perpindahan tugas.

Akses berbasis peran

Setiap pengguna melihat data dan tindakan yang relevan dengan tanggung jawabnya.

Status yang konsisten

Open, In Progress, Resolved, dan Closed membentuk bahasa kerja yang sama.

Notifikasi di kanal aktif

Integrasi Telegram mengabarkan perubahan tanpa meminta pengguna terus membuka aplikasi.

Data siap dilaporkan

Ekspor PDF dan Excel membantu kebutuhan dokumentasi tanpa input ulang.

Hasil utama

Permintaan bantuan berubah dari percakapan yang tercecer menjadi pekerjaan yang terlihat, memiliki pemilik, dan dapat ditelusuri.